PERJUMPAAN DI TEPI JALAN: MEMBACA RUANG BER-ADA (oentoek semarang, kota tertjinta oentoek emka, teman-teman tertjinta) Karya : Teater Emka Para pemain: Super-Man Pandanaran Laki-laki Perempuan Orang-orang Babak I Sebuah ruang, sebuah jalan (di-mana-mana, di-manapun). Orang-orang berlalu-lalang, merasa harus menghilang. Orang-orang membawa barang. Bergegas. Berlari. Bertopeng. Ada yang tertinggal. Kelupaan. Saya juga lupa, apakah hari itu siang atau sudah petang. Yang jelas, jam terus berdentang dan kaki masih berlari. Seperti ribuan derap sia-sia, suara-suara itu menyembul sebagai “kegelisahan yang hening” lalu menghunus keberadaan kita. Gemuruh, di antara senyap di sana dan senyap di sini. Hening, di antara gemuruh di sana dan gemuruh di sini. Lamat terdengar tembang mengalun, mengajak kita meronta. Koor Kang ingaran urip mono mung jumbuhi...